Tips Efisiensi Packing Kayu Tambahan – Pengiriman barang bernilai tinggi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Terutama, risiko kerusakan sering terjadi saat proses distribusi jarak jauh. Oleh karena itu, packing kayu tambahan sering digunakan sebagai perlindungan ekstra. Namun, biaya tambahan juga perlu diperhitungkan dengan cermat.
Banyak pelaku usaha masih belum memahami tips efisiensi packing kayu tambahan secara tepat. Padahal, penggunaan packing kayu yang efisien dapat menghemat biaya logistik. Selain itu, keamanan barang tetap dapat dijaga secara maksimal.
Jenis Barang yang Wajib Menggunakan Packing Kayu Tambahan

Tidak semua barang membutuhkan perlindungan ekstra berupa peti kayu. Namun demikian, beberapa jenis barang memiliki risiko kerusakan tinggi saat proses pengiriman. Oleh karena itu, packing kayu tambahan sering direkomendasikan untuk menjaga keamanan barang hingga sampai ke tujuan.
1. Mesin Industri dan Alat Berat
Mesin industri memiliki bobot yang cukup besar dan struktur yang kompleks. Selain itu, komponennya sering kali sensitif terhadap guncangan keras. Oleh sebab itu, packing kayu tambahan wajib digunakan agar posisi mesin tetap stabil. Rangka kayu yang kokoh akan membantu menahan tekanan selama proses angkut dan bongkar muat.
2. Barang Elektronik Bernilai Tinggi
Peralatan seperti server, panel kontrol, dan alat medis sangat rentan terhadap benturan. Bahkan, getaran kecil bisa memengaruhi kinerja komponen di dalamnya. Dengan demikian, perlindungan berlapis sangat dibutuhkan. Packing kayu tambahan membantu menjaga struktur luar tetap aman selama perjalanan jauh.
3. Barang Pecah Belah
Produk berbahan kaca, marmer, atau keramik memiliki risiko retak yang tinggi. Selain itu, tekanan dari luar dapat menyebabkan kerusakan permanen. Karena itu, rangka kayu digunakan untuk meredam tekanan langsung. Barang pun tidak mudah bergeser saat berada di dalam kendaraan pengiriman.
4. Furniture Custom dan Premium
Furniture berukuran besar sering dikirim dalam kondisi utuh. Oleh sebab itu, sudut dan permukaannya perlu dilindungi secara maksimal. Packing kayu tambahan akan menjaga bentuk dan tampilan tetap sempurna. Risiko goresan maupun penyok dapat diminimalkan secara signifikan.
5. Barang Ekspor dan Proyek Skala Besar
Pengiriman internasional biasanya memiliki standar khusus terkait kemasan. Bahkan, regulasi seperti ISPM 15 sering diberlakukan untuk peti kayu. Dengan demikian, packing kayu tambahan menjadi kebutuhan wajib. Proses fumigasi juga harus dilakukan agar lolos pemeriksaan bea cukai.
Tips Efisiensi Packing Kayu Tambahan

Penggunaan packing kayu tambahan memang meningkatkan keamanan barang. Namun demikian, biaya produksi juga harus diperhitungkan secara matang. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar perlindungan tetap maksimal tanpa pemborosan material.
1. Sesuaikan Ukuran Packing dengan Dimensi Barang
Ukuran peti kayu sebaiknya dibuat sesuai ukuran asli barang. Dengan demikian, kayu tidak akan terbuang percuma. Selain itu, ruang kosong di dalam kemasan dapat diminimalkan. Biaya material pun dapat ditekan tanpa mengurangi keamanan.
2. Gunakan Kombinasi Material Pelindung
Lapisan dalam seperti bubble wrap dan foam bisa digunakan sebelum kayu dipasang. Dengan cara ini, ketebalan kayu tidak perlu terlalu besar. Selain itu, tekanan langsung ke rangka kayu dapat dikurangi. Hasilnya, packing menjadi lebih efisien dan tetap aman.
3. Pilih Ketebalan Kayu Sesuai Tingkat Risiko
Tidak semua barang membutuhkan kayu dengan ketebalan maksimal. Oleh sebab itu, analisis risiko pengiriman harus dilakukan lebih dulu. Barang ringan cukup menggunakan kayu standar. Sementara itu, barang berat memerlukan struktur yang lebih kuat dan tebal.
4. Manfaatkan Sistem Knock Down atau Reusable
Packing kayu bisa dirancang agar dapat dibongkar pasang. Dengan demikian, peti kayu dapat digunakan kembali untuk pengiriman berikutnya. Strategi ini sangat efektif untuk pengiriman rutin. Dalam jangka panjang, biaya operasional dapat ditekan secara signifikan.
5. Gunakan Jasa Packing Profesional
Tenaga profesional biasanya sudah memahami standar keamanan pengiriman. Selain itu, perhitungan kebutuhan material akan dilakukan lebih akurat. Risiko kesalahan teknis pun dapat diminimalkan. Dengan begitu, hasil packing terlihat rapi, aman, dan efisien.
Standar Ketebalan Packing Kayu yang Aman

Ketebalan kayu sangat memengaruhi tingkat keamanan barang. Oleh sebab itu, standar tertentu perlu dijadikan acuan. Selain itu, jenis pengiriman juga harus dipertimbangkan.
Untuk barang ringan, ketebalan kayu 1–1,5 cm biasanya sudah cukup. Dengan demikian, perlindungan dasar tetap terpenuhi. Namun, struktur rangka tetap harus diperkuat di sudut-sudutnya. Untuk barang menengah, ketebalan 2 cm sering direkomendasikan. Apalagi, jika pengiriman dilakukan antar pulau. Dengan begitu, daya tahan terhadap benturan dapat ditingkatkan.
Sementara itu, barang berat atau mesin industri memerlukan ketebalan 2,5–3 cm. Bahkan, rangka tambahan sering dipasang di bagian bawah. Karena itu, distribusi beban dapat dilakukan secara merata. Standar internasional seperti ISPM 15 juga perlu diperhatikan. Kayu harus melalui proses fumigasi terlebih dahulu. Dengan demikian, risiko penolakan di bea cukai dapat dihindari.
Selain ketebalan, kualitas paku dan sambungan juga penting. Jika sambungan lemah, struktur dapat rusak saat diangkat. Oleh karena itu, detail teknis tidak boleh diabaikan.
Pengemasan yang aman membutuhkan penggunaan bubble wrap yang tepat agar barang terlindungi dari benturan dan kerusakan selama pengiriman. Jika Anda membutuhkan bubble wrap berkualitas untuk keperluan packing, silakan hubungi kami melalui WhatsApp di nomor berikut.
Kesimpulan
Penggunaan packing kayu tambahan harus dilakukan secara cermat dan terencana. Dengan menerapkan tips efisiensi packing kayu tambahan, biaya logistik dapat ditekan tanpa mengorbankan keamanan barang. Oleh karena itu, pemilihan material, ukuran, dan standar ketebalan harus dipertimbangkan sejak awal.


