Lilin aromaterapi kini semakin diminati karena mampu menciptakan suasana rileks di rumah. Namun, di balik aroma yang menenangkan, ada satu tantangan besar bagi penjual, yaitu risiko lilin meleleh saat pengiriman. Oleh karena itu, teknik packing lilin aromaterapi untuk jualan tidak boleh dilakukan sembarangan. Selain itu, kemasan yang tepat akan menjaga kualitas produk hingga ke tangan pembeli.
Daftar isi
TogglePenyebab Lilin Aromaterapi Mudah Meleleh Saat Pengiriman

Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami bahwa lilin aromaterapi memiliki karakter bahan yang sensitif terhadap panas. Oleh karena itu, tanpa perlindungan yang tepat, lilin sangat mudah meleleh selama proses distribusi. Berikut beberapa penyebab utama yang sering terjadi saat pengiriman.
1. Paparan Suhu Panas Selama Perjalanan
Pertama, suhu panas menjadi faktor utama yang memengaruhi kondisi lilin. Selain itu, kendaraan pengiriman umumnya tidak memiliki pengatur suhu. Akibatnya, panas dari luar dapat langsung memengaruhi tekstur lilin.
2. Bahan Lilin yang Mudah Melunak
Selanjutnya, sebagian besar lilin aromaterapi terbuat dari wax alami. Dengan demikian, titik leleh wax cenderung rendah. Oleh sebab itu, lilin akan cepat melunak meskipun hanya terkena suhu hangat.
3. Kemasan yang Tidak Mampu Menahan Panas
Selain itu, penggunaan kemasan tipis sering kali menjadi penyebab kerusakan. Dengan kata lain, panas mudah menembus lapisan kemasan. Akibatnya, lilin tidak mendapatkan perlindungan maksimal.
4. Guncangan Selama Proses Pengiriman
Kemudian, guncangan juga berperan besar terhadap bentuk lilin. Oleh karena itu, lilin yang sudah melunak akan mudah berubah bentuk. Bahkan, retak pada wadah bisa saja terjadi.
5. Durasi Pengiriman yang Terlalu Lama
Terakhir, waktu pengiriman yang panjang meningkatkan risiko lilin meleleh. Apalagi, pengiriman jarak jauh melewati berbagai kondisi cuaca. Dengan demikian, lilin membutuhkan perlindungan ekstra selama perjalanan.
Packing Lilin Aromaterapi untuk Jualan

Sebelum lilin dikirim ke pelanggan, proses packing harus dilakukan dengan tepat dan terencana. Dengan packing yang benar, kualitas lilin aromaterapi dapat tetap terjaga selama pengiriman. Oleh karena itu, berikut langkah penting yang perlu diperhatikan saat melakukan packing lilin aromaterapi untuk jualan.
1. Menggunakan Wadah Lilin yang Tahan Panas
Pertama, pilih wadah yang memiliki daya tahan terhadap suhu tinggi. Misalnya, gunakan jar kaca tebal atau kaleng aluminium. Dengan demikian, panas tidak langsung mengenai lilin.
2. Membungkus Lilin dengan Bubble Wrap
Selanjutnya, lilin perlu dibungkus menggunakan bubble wrap secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap sisi wadah harus terlindungi dengan baik. Selain itu, bubble wrap mampu meredam guncangan selama pengiriman.
3. Menambahkan Lapisan Pelindung di Dalam Kardus
Kemudian, gunakan filler seperti kertas, foam, atau serutan kardus. Dengan kata lain, ruang kosong di dalam kardus harus diisi. Akibatnya, lilin tidak mudah bergeser saat dikirim.
4. Menggunakan Kardus Berlapis dan Kokoh
Selain itu, pilih kardus dengan ketebalan yang cukup. Dengan demikian, kemasan luar mampu menahan tekanan dari luar. Bahkan, risiko kerusakan dapat diminimalkan.
5. Menyertakan Pelindung Suhu Tambahan
Terakhir, tambahkan silica gel atau ice gel kecil bila diperlukan. Oleh karena itu, suhu dan kelembapan di dalam kemasan dapat lebih terkontrol.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Packing Lilin Aromaterapi

Meskipun terlihat sederhana, kesalahan kecil dalam proses packing dapat berdampak besar pada kondisi lilin. Oleh sebab itu, beberapa kesalahan berikut perlu dihindari agar lilin tetap aman sampai tujuan.
1. Mengirim Lilin Tanpa Lapisan Pelindung Tambahan
Pertama, mengandalkan wadah saja merupakan kesalahan umum. Dengan kata lain, wadah tidak cukup melindungi dari panas dan benturan. Akibatnya, lilin mudah rusak.
2. Menggunakan Kemasan Tipis dan Mudah Rusak
Selanjutnya, kemasan tipis tidak mampu menahan suhu panas. Oleh karena itu, lilin tetap berisiko meleleh. Selain itu, kemasan tipis mudah robek saat pengiriman.
3. Membiarkan Ruang Kosong di Dalam Kardus
Selain itu, ruang kosong di dalam kardus sering diabaikan. Dengan demikian, lilin dapat bergerak bebas. Akibatnya, benturan akan lebih sering terjadi.
4. Tidak Memberi Penanda Barang Mudah Rusak
Kemudian, tidak adanya label fragile menjadi kesalahan yang merugikan. Oleh sebab itu, kurir mungkin tidak menangani paket dengan hati-hati. Padahal, lilin membutuhkan perlakuan khusus.
5. Mengabaikan Faktor Suhu dan Waktu Pengiriman
Terakhir, banyak penjual mengabaikan kondisi cuaca dan durasi pengiriman. Dengan kata lain, lilin dikirim tanpa perhitungan risiko. Akibatnya, kualitas produk dapat menurun.
Alternatif Kemasan untuk Lilin Aromaterapi agar Lebih Aman
Sebagai alternatif, kemasan thermal box dapat digunakan. Dengan demikian, suhu di dalam kemasan lebih stabil. Selain itu, thermal box cocok untuk pengiriman jarak jauh. Bahkan, risiko meleleh bisa ditekan secara signifikan.
Selanjutnya, kemasan vacuum seal juga bisa menjadi pilihan. Dengan kata lain, lilin terlindungi dari udara panas luar. Namun, metode ini lebih cocok untuk lilin tanpa wadah. Oleh karena itu, jenis produk perlu diperhatikan.
Selain itu, penggunaan kemasan ramah lingkungan juga semakin diminati. Misalnya, kardus tebal daur ulang dengan lapisan insulasi. Dengan demikian, keamanan produk tetap terjaga sekaligus mendukung keberlanjutan.
Jika anda seorang penjual dan membutuhkan bubble warp untuk packing dalam jumlah besar, dapat menghubungi kami melalui kontak Whatsapp di bawah ini.
Kesimpulan
Pada akhirnya, packing lilin aromaterapi untuk jualan memerlukan perhatian khusus terhadap suhu dan benturan. Dengan kemasan yang tepat, kualitas lilin akan tetap terjaga hingga sampai ke tangan pelanggan.

